SARJANA ARKEOLOGI

Kunjungan Ketua Departemen Arkeologi ke Ekskavasi Mahasiswa di Situs Sanro Pengo, Kabupaten Maros

Blog Post Image
Administrator | 14 Nov, 2025

Maros, 14 November 2025 — Ketua Departemen Arkeologi Universitas Hasanuddin melakukan kunjungan ke lokasi ekskavasi arkeologi mahasiswa di Situs Sanro Pengo, Kabupaten Maros. Kunjungan ini turut didampingi oleh Ketua Prodi S1 Pariwisata, Dr. Supriadi, serta peneliti dari BRIN, yaitu Fakhri, M.Hum dan Zubair Masud, M.Hum, yang berperan mendampingi mahasiswa baik di lapangan maupun dalam proses analisis temuan di Laboratorium Arkeologi.  

Ekskavasi ini telah berlangsung sejak 7 November dan akan berlangsung sampai 16 November 2025. Setelah itu, temuan ekskavasi akan dianalisis di Laboratorium Arkeologi untuk kemudian dibuatkan laporan hasil ekskavasi yang ditargetkan selesai pada awal Desember 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Suryatman, M.Hum, dosen pengampu mata kuliah Ekskavasi Arkeologi sekaligus penanggung jawab di situs Sanro Pengo, Memaparkan proses ekskavasi yang telah berlangsung serta sejumlah temuan penting. Salah satu temuan unik adalah artefak berupa mata kail dari kerang, yang mengindikasikan adanya aktivitas kemaritiman di masa lalu pada situs tersebut.  

Sejalan dengan pembelajaran mata kuliah Kajian Pelestarian Cagar Budaya dan Aspek Hukum dalam Arkeologi, temuan yang masuk kategori MASTERPIECE akan segera didaftarkan sebagai ODCB (Objek Diduga Cagar Budaya) sesuai prosedur peraturan perundang-undangan tentang cagar budaya. Pendaftaran ini diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh Tim Pendaftaran Cagar Budaya Kabupaten Maros, untuk kemudian dikaji oleh Tim Ahli Cagar Budaya dan direkomendasikan kepada Bupati Maros agar ditetapkan secara resmi.  

Selain ekskavasi di Situs Sanro Pengo, kegiatan ekskavasi arkeologi mahasiswa juga dilakukan di salah satu situs prasejarah di Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros. Di lokasi ini ditemukan banyak artefak batu, termasuk Maros Point, yang menjadi ciri khas budaya prasejarah kawasan tersebut. Penanggung jawab ekskavasi di Mallawa adalah A.M. Syaiful, M.Hum dan Dr. Muhammad Nur, dengan dukungan peneliti BRIN Dr. Hasanuddin.  

Keterlibatan para arkeolog BRIN menjadi bentuk nyata kerjasama antar lembaga sekaligus upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang ekskavasi arkeologi dan analisis data.  

Kegiatan ekskavasi ini memperlihatkan sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan peneliti nasional dalam memperkuat kajian arkeologi, sekaligus memastikan bahwa temuan-temuan penting dapat dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya Sulawesi Selatan.

sebelumnya
Workshop Koleksi Museum Karaeng Pattingalloang: Sinergi Akademisi dan Praktisi untuk Pelestarian Warisan Budaya Sulawesi Selatan
selanjutnya
Prodi S1 Arkeologi FIB Unhas Gelar Rapat Persiapan Reakreditasi: Menyatukan Langkah, Merawat Mutu