SARJANA ARKEOLOGI

Ekskavasi Dimulai: Mahasiswa Arkeologi Unhas Latihan di Kampus Sebelum Terjun ke Situs Maros-Pangkep

Blog Post Image

Administrator · 01 Oct 2025

Makassar, 1 Oktober 2025 — Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin resmi memulai pelaksanaan Praktikum Latihan Ekskavasi (LATEKS) sebagai bagian dari mata kuliah Ekskavasi Arkeologis. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 1 hingga 8 Oktober 2025, bertempat di Pelataran FIS V, Kampus FIB Unhas Tamalanrea, dan diikuti oleh 46 mahasiswa dari kelas A dan B sebanyak 22 mahasiswa, jadi total 68 mahasiswa.

Latihan ini dibimbing oleh tim dosen pengampu yang terdiri dari:

  • Dr. Muhammad Nur, S.S., M.A.
  • Dr. Hasanuddin, M.Hum.
  • Muh. Saiful, S.S., M.A.
  • Suryatman, S.S., M.Hum.

Field Education sebagai Filosofi Inti

Praktikum ini merupakan implementasi langsung dari filosofi pendidikan Departemen Arkeologi, yaitu field education—pendekatan pembelajaran yang menempatkan lapangan sebagai ruang utama pembentukan kompetensi, karakter, dan kepekaan arkeologis mahasiswa. Melalui simulasi ekskavasi ini, mahasiswa dilatih untuk memahami teknik penggalian, pencatatan stratigrafi, dokumentasi temuan, serta analisis konteks secara sistematis dan reflektif.

Arahan dari Ketua Departemen  

Pada hari pertama, Ketua Departemen Arkeologi FIB Unhas, Dr. Yadi Mulyadi, S.S., M.A., memberikan arahan langsung kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa latihan ini bukan sekadar simulasi, tetapi merupakan tahap krusial dalam membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi ekskavasi sesungguhnya di situs arkeologi Maros dan Pangkep, yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober.

“Field education bukan hanya soal praktik teknis, tetapi tentang membangun cara berpikir arkeologis yang peka terhadap konteks, nilai, dan keberlanjutan warisan budaya,” tegas Ketua Departemen.

Langkah Strategis Menuju Ekskavasi Nyata  

Dengan dukungan penuh dari Fakultas Ilmu Budaya, kegiatan ini menjadi bagian integral dari upaya Universitas Hasanuddin dalam mewujudkan visi sebagai community university—kampus yang aktif membangun koneksi antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Praktikum LATEKS menjadi jembatan antara ruang kelas dan situs sejarah, antara teori dan praktik, antara masa lalu dan masa depan.

sebelumnya
Departemen Arkeologi FIB Unhas Tunjukkan Komitmen di Expo Barru: Dua Program Pengabdian untuk Masyarakat Jadi Sorotan
selanjutnya
Penjajakan Kerjasama Kebudayaan: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur Kunjungi Departemen Arkeologi FIB Unhas