SARJANA ARKEOLOGI
Makam Kuno Barrang Lompo Ungkap Jejak Multikultural Dunia Maritim Makassar
Administrator · 5 Mei 2026

Makam Kuno Barrang Lompo Ungkap Jejak Multikultural Dunia Maritim Makassar

Pulau Barrang Lompo, sebuah pulau kecil di gugusan Spermonde, menjadi saksi bisu perjalanan panjang kosmopolitanisme maritim Makassar. Di balik permukiman nelayan yang sederhana, tersimpan kompleks makam kuno yang memperlihatkan lapisan identitas masyarakat pesisir sejak masa kejayaan Gowa–Tallo. Nisan-nisan dengan inskripsi Hanzi, Arab, dan Lontara berdiri berdampingan, seolah mengisyaratkan bahwa perbedaan budaya bukanlah penghalang, melainkan bagian dari harmoni kehidupan bersama.

Penelitian ini dilaksanakan oleh tim gabungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin dan BRIN, dengan dukungan Dinas Kebudayaan Kota Makassar. Nama-nama seperti Prof. Dr. Muhlis Hadrawi, Dr. Yadi Mulyadi, Dr. Muhammad Nur, Dr. Nuraidar Agus, Jusmianti Garis, Yusuf, serta Khaidir Sirajudin tercatat sebagai peneliti yang menyingkap jejak multikultural tersebut. Kehadiran mereka di Barrang Lompo bukan sekadar inisiatif akademik, melainkan bagian dari penugasan resmi yang tertuang dalam Surat Penugasan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Nomor 05794/UN4.1.15/KP.09.00/2026 tanggal 2 Mei 2026. Surat tersebut menugaskan Dr. Muhammad Nur dan Dr. Yadi Mulyadi dari Departemen Arkeologi FIB Unhas dan Prof. Dr. Muhlis Hadrawi, M.Hum dari Departemen Sastra Daerah FIB Unhas sebagai narasumber dalam kegiatan penyusunan nilai-nilai sejarah lokal bertema “Tallo: Dunia Maritim Makassar, Makam Ulama dan Tokoh Islam di Kota Makassar” yang berlangsung pada 4–5 Mei 2026 di Pulau Barrang Lompo.  

Temuan makam Muslim Tionghoa dengan tiga sistem aksara sekaligus menjadi bukti nyata kompleksitas identitas masyarakat masa lalu. Sementara itu, makam berciri Mandar dan Melayu menunjukkan mobilitas penduduk Nusantara yang turut membentuk lanskap sosial Makassar. Ragam bentuk, material, dan ornamen makam memperlihatkan stratifikasi sosial sekaligus memperkuat gambaran Makassar sebagai pusat pertemuan bangsa-bangsa di jalur perdagangan maritim timur Nusantara.  
Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi pencapaian nyata Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Dosen Arkeologi Unhas berkegiatan di luar kampus, hasil riset digunakan masyarakat, dan prosesnya melibatkan kolaborasi dengan mahasiswa serta komunitas lokal. Dengan demikian, Barrang Lompo bukan hanya situs sejarah, melainkan juga ruang pembelajaran yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.  

Pulau kecil ini kini dipandang memiliki potensi sebagai destinasi wisata sejarah berbasis edukasi, yang menampilkan narasi kosmopolitanisme maritim Makassar. Di tengah arus globalisasi, Barrang Lompo mengingatkan bahwa keberagaman telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir, hidup berdampingan dalam harmoni sejak ratusan tahun silam.
WhatsApp Image 2026-05-05 at 05.32.16.jpeg
WhatsApp Image 2026-05-05 at 05.32.13.jpeg
WhatsApp Image 2026-05-05 at 05.32.09.jpeg
WhatsApp Image 2026-05-05 at 05.32.04.jpeg
WhatsApp Image 2026-05-05 at 05.32.03.jpeg
WhatsApp Image 2026-05-05 at 05.32.01.jpeg
WhatsApp Image 2026-05-05 at 05.31.59.jpeg
WhatsApp Image 2026-05-05 at 05.32.05.jpeg
WhatsApp Image 2026-05-05 at 05.32.06.jpeg
WhatsApp Image 2026-05-05 at 05.32.08.jpeg