Mengurai Jejak Fauna: Praktikum Zooarkeologi di Laboratorium Arkeologi
Program Studi Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin melaksanakan Praktikum Mata Kuliah Zooarkeologi di Laboratorium Arkeologi dengan dosen pengampu Dr. Muhammad Nur, S.S., M.A. dan A. Muh. Saiful, S.S., M.A.. Kegiatan ini diikuti oleh 44 mahasiswa Kelas A dan 34 mahasiswa Kelas B, yang dilaksanakan secara bergiliran dengan pendampingan langsung dari dosen dan laboran.
Zooarkeologi hadir sebagai pendekatan interdisipliner yang menghubungkan kajian paleoenvironmental dan arkeologi untuk memahami hubungan manusia dengan lingkungannya melalui sisa fauna. Praktikum ini tidak hanya berfokus pada identifikasi dan klasifikasi, tetapi juga menekankan interpretasi perilaku serta strategi adaptasi manusia terhadap ekologi masa lalu. Seperti yang ditegaskan oleh Reitz dan Wing (2008), zooarkeologi memungkinkan rekonstruksi pola diet sebagai refleksi cara manusia memenuhi kebutuhan hidupnya berdasarkan ketersediaan sumber daya alam.
Melalui praktik ini, mahasiswa diajak untuk mengasah keterampilan analisis laboratorium sekaligus memahami filosofi field education yang menjadi landasan pembelajaran di Prodi Sarjana Arkeologi FIB Unhas. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga memperkaya wawasan mahasiswa tentang dinamika hubungan manusia dan lingkungan dalam perspektif arkeologi.



















