SARJANA ARKEOLOGI

Praktek Lapangan Arkeologi Islam: Menelusuri Jejak Sejarah di Majene

Blog Post Image

Administrator · 01 Nov 2025

Majene, 31 Oktober – 2 November 2025 — Mahasiswa Program Studi Arkeologi Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan praktek lapangan mata kuliah Arkeologi Islam di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dan mencakup eksplorasi serta dokumentasi berbagai situs bersejarah yang merefleksikan warisan Islam di kawasan Mandar.

Lokasi Kegiatan

Praktek lapangan ini dilaksanakan di lima titik utama yang memiliki nilai historis dan arkeologis tinggi:

  • Kompleks Makam Raja Hadat Banggae  
  • Mesjid Tua Salabose  
  • Kompleks Makam Syekh Abdul Mannan  
  • Kompleks Makam Lombeng Susu  
  • Museum Mandar, Kecamatan Banggae

Setiap lokasi menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa untuk memahami karakteristik arsitektur Islam lokal, sistem pemakaman tradisional, serta dinamika penyebaran Islam di wilayah pesisir Sulawesi Barat.

Dukungan Pemerintah Daerah

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Majene. Dalam sesi pembukaan, mahasiswa dan dosen pendamping disambut secara resmi oleh Wakil Bupati Majene Ibu  Dr. Hj. Andi Rita Mariani, M.Pd.beserta jajaran, Camat Banggae, serta perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama dalam pelestarian dan pemanfaatan situs budaya sebagai sumber pembelajaran dan pengembangan pariwisata berbasis sejarah.

Integrasi Akademik dan Publik

Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Dosen Pengampu Mata Kuliah Dr. Rosmawati, S.S., M.Si dan Riska Faradila Nazar, S.S., M.Hum, Sekertaris Departemen Arkeologi FIB Unhas, Yusriana, S.S., M.A, Ketua Program Studi S2 Arkeologi Dr. Khadijah Thahir Muda, M.Si dan Ketua Program Studi S1 Pariwisata Dr. Supriadi, S.S.,.M.A serta Kepala Sekertariat Departemen Arkeologi,  yang mendorong kolaborasi lintas disiplin dalam memahami potensi warisan Islam sebagai bagian dari narasi besar sejarah Nusantara. Mahasiswa tidak hanya melakukan observasi dan pencatatan, tetapi juga berdiskusi dengan tokoh masyarakat dan pengelola situs untuk menggali makna lokal yang melekat pada setiap peninggalan.

Dokumentasi dan Rencana Lanjutan

Selain kegiatan lapangan, tim juga melakukan dokumentasi visual dan naratif yang akan menjadi bagian dari laporan akademik dan publikasi digital. Dalam sesi penutupan, disepakati bahwa agenda serupa akan dilanjutkan pada tahun mendatang dengan penerimaan resmi dari pemerintah daerah, membuka peluang lebih luas untuk riset, edukasi, dan promosi budaya.

sebelumnya
Departemen Arkeologi FIB Unhas Gelar Rapat Evaluasi Perkuliahan dan Koordinasi Lintas Prodi
selanjutnya
Sosialisasi Zona Integritas FIB Unhas: Komitmen Menuju WBK dan WBBM