Prodi Arkeologi Unhas Terlibat dalam Kajian Pengembangan Museum Nekara Selayar
Makassar, 29 April 2026 – Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian dan pengembangan warisan budaya. Melalui penugasan resmi dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya, yakni Dr. Yadi Mulyadi, M.A. sebagai tenaga ahli dan Lukman Hakim, S.S. sebagai Laboran Arkeologi yang ditugaskan untuk mengikuti kegiatan Kajian Pengembangan Museum di Museum Nekara Selayar, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada tanggal 16–20 April 2026, serta Wandi, S.Hum selaku alumni Prodi S1 Arkeologi Unhas yang bertugas membantu dalam proses perekaman data dan pembuatan aplikasi museum.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan resmi UPTD Museum Nekara, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar, yang menekankan pentingnya kajian pengembangan museum dalam rangka meningkatkan kualitas layanan dan menjadikan museum sebagai pusat edukasi budaya sekaligus destinasi wisata. Museum Nekara saat ini memiliki 18.084 koleksi, yang mencerminkan potensi budaya luar biasa dan memerlukan pengelolaan berbasis kajian akademik.
Selain itu, Fakultas Ilmu Budaya juga menugaskan tim dosen lain, yakni Dr. Khadijah Thahir Muda, M.Si., Yusriana, S.S., M.A., dan Dott. Erwin Mansyur Ugu Saraka, S.S., M.Arch., MatSc., untuk melaksanakan kegiatan Kajian Koleksi Museum pada tanggal 20–25 April 2026 di lokasi yang sama. Keterlibatan para dosen ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis terkait pengelolaan koleksi, pengembangan narasi pameran, serta peningkatan daya tarik museum bagi masyarakat luas.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, S.S., M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata Universitas Hasanuddin dalam mendukung program pemerintah daerah untuk pelestarian cagar budaya. “Museum bukan hanya ruang penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran tim akademisi diharapkan mampu memperkuat fungsi tersebut,” ujarnya.
Relevansi dengan Indikator Kinerja Utama (IKU)
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti pencapaian IKU Perguruan Tinggi:
- IKU 3: Dosen Berkegiatan di Luar Kampus – Para dosen Arkeologi Unhas terlibat langsung sebagai tenaga ahli dan narasumber dalam proyek pengembangan museum yang diinisiasi oleh pemerintah daerah. Hal ini menunjukkan peran aktif dosen dalam memperoleh pengalaman industri, bekerja sama dengan mitra eksternal, dan membimbing masyarakat di luar kampus.
- IKU 5: Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat – Kajian dan rekomendasi yang dihasilkan dari kegiatan ini akan diterapkan oleh UPTD Museum Nekara dalam pengelolaan koleksi dan pengembangan layanan. Dengan demikian, karya akademik dosen tidak hanya berhenti pada ranah penelitian, tetapi juga mendapatkan rekognisi dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan adanya kolaborasi ini, Prodi Arkeologi Unhas semakin menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan kebudayaan, sekaligus memperluas jangkauan tridharma perguruan tinggi melalui penelitian, pengabdian, dan pengajaran yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.







