SARJANA ARKEOLOGI
Keterlibatan Dosen dan Mahasiswa Arkeologi Unhas dalam Ekskavasi Leang Karampuang
Administrator · 7 April 2026

Keterlibatan Dosen dan Mahasiswa Arkeologi Unhas dalam Ekskavasi Leang Karampuang

Makassar, 7 April 2026 – Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin kembali menegaskan komitmennya dalam pelestarian warisan budaya bangsa. Berdasarkan Surat Penugasan Dekan FIB Unhas Nomor 04529/UN4.1.15/KP.09.00/2026, sejumlah dosen ditunjuk sebagai narasumber dan tenaga ahli dalam kegiatan Ekskavasi Situs Cagar Budaya Leang Karampuang I Tahap 2 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. 
 
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan resmi Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX (BPK XIX) melalui surat bernomor 199/L6.20/KB.15.01/2026 tertanggal 4 April 2026, perihal Permintaan Tenaga. Dalam surat tersebut, BPK XIX menyampaikan bahwa ekskavasi akan dilaksanakan selama 12 hari, 8–19 April 2026, dengan melibatkan 77 orang dari unsur akademisi, arkeolog, pemerintah daerah, serta Polisi Khusus Cagar Budaya. Kegiatan ini diketuai oleh Andi Jusdi, M.Hum. (NIP 198407082009121006).  

Adapun dosen yang ditugaskan sebagai Narasumber yaitu Prof. Dr. Akin Duli, M.A, sedangkan sebagai tenaga ahli terdiri atas; Dr. Yadi Mulyadi, S.S., M.A., Drs. La Ode Muhammad Aksa, M.Hum., Andi Muh. Saiful, S.S., M.A., Suryatman, S.S., M.Hum., dan Fahran Reza, S.S., M.Hum. Selain dosen, sebanyak 7 mahasiswa arkeologi juga dilibatkan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX dalam kegiatan ekskavasi di Leang Karampuang ini. 

Keterlibatan dosen Arkeologi Unhas dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, antara lain: 
- IKU 2: Mahasiswa memperoleh pengalaman di luar kampus melalui keterlibatan dalam kegiatan ekskavasi bersama dosen dan mitra eksternal.  
- IKU 3: Dosen berkegiatan di luar kampus dengan peran sebagai tenaga ahli dan narasumber dalam proyek yang diinisiasi oleh kementerian dan lembaga pemerintah.  
- IKU 6: Program studi menjalin kerja sama dengan mitra kelas dunia, dalam hal ini UPT Kementerian Kebudayaan (BPK XIX), yang memperkuat jejaring akademik dan profesional.  

Ekskavasi Leang Karampuang bukan hanya kegiatan penelitian, tetapi juga sarana transfer pengetahuan, penguatan kapasitas mahasiswa, serta kontribusi nyata terhadap pelestarian warisan budaya bangsa. Dengan demikian, keterlibatan dosen Arkeologi Unhas dalam kegiatan ini menjadi cerminan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, sekaligus mempertegas posisi Universitas Hasanuddin sebagai perguruan tinggi yang berdaya saing dan berkontribusi langsung pada pembangunan kebudayaan nasional.
WhatsApp Image 2026-04-28 at 16.16.36.jpeg
WhatsApp Image 2026-04-28 at 16.16.31.jpeg
WhatsApp Image 2026-04-28 at 16.16.19.jpeg
WhatsApp Image 2026-04-28 at 16.16.33.jpeg