Workshop Riset Tematik PKR Arkeologi Sulawesi 2026: Menguatkan Tema Agama dan Budaya Maritim
Program Studi Arkeologi Universitas Hasanuddin bersama Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Arkeologi Sulawesi dan mitra BRIN menyelenggarakan Workshop Riset Tematik pada 19–21 Agustus 2026 di Hotel Harper Makassar. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mengaktifkan dua tema riset yang sebelumnya kurang terwakili dalam output PKR, yakni Agama dan Kepercayaan Awal serta Budaya Pesisir dan Maritim Sulawesi.
Latar Belakang
Evaluasi PKR Arkeologi Sulawesi periode 2023–2025 menunjukkan ketimpangan capaian riset. Tema populasi awal dan seni simbolik telah menghasilkan publikasi internasional bereputasi, sementara tema agama dan maritim masih minim luaran. Padahal, kapasitas peneliti di bidang ini sangat kuat, dengan karya-karya yang relevan namun belum terkonsolidasi. Workshop ini hadir sebagai ruang pertemuan untuk merumuskan agenda riset bersama, menyatukan kepakaran, dan menetapkan arah penelitian 2026–2028.
Agenda Kegiatan
Workshop berlangsung selama tiga hari dengan format hybrid, melibatkan akademisi dari Unhas, BRIN, Universitas Halu Oleo, dan Universitas Indonesia.
- Hari pertama: registrasi dan pembukaan.
- Hari kedua: pemaparan potensi penelitian terdahulu untuk Tema 3 dan Tema 4, dilanjutkan dengan kerja kelompok inventarisasi karya dan pemetaan celah riset.
- Hari ketiga: diskusi pleno, penyusunan agenda prioritas, dan penutupan.
Momentum Strategis
Kegiatan ini bertepatan dengan sejumlah perkembangan penting:
- Nominasi Warisan Dunia Megalitik Lore Lindu dan Jalur Rempah Makassar ke UNESCO.
- Temuan seni cadas tertua dunia di Pulau Muna (67.800 tahun).
- Publikasi teknologi maritim Selayar oleh mitra internasional.
Semua momentum tersebut membuka peluang besar bagi PKR Arkeologi Sulawesi untuk berkontribusi pada publikasi internasional dan kebijakan pelestarian.
Luaran yang Diharapkan
Workshop menghasilkan:
- Dokumen Agenda Riset Bersama 2026–2028 untuk Tema 3 dan 4.
- Dua draf outline manuskrip penelitian.
- Peta situs penelitian prioritas di Sulawesi.
- Notulensi dan dokumentasi kegiatan sebagai bagian laporan kinerja PKR.
Penutup
Dengan terselenggaranya workshop ini, Prodi Arkeologi Unhas menegaskan komitmennya dalam mendukung riset kolaboratif lintas tema dan institusi. Kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan forum pengambilan keputusan yang mengikat, demi memastikan kontribusi nyata Sulawesi dalam peta riset arkeologi nasional dan internasional.



