19 Negara, 60 Guru Bahasa Mandarin Ikuti Pelatihan “晋韵华章·华文传道” di Shanxi
Administrator · 17 Nov 2025
Shanxi, Tiongkok Sebanyak 60 pendidik bahasa Mandarin dari 19 negara mengikuti program pelatihan internasional bertajuk “晋韵华章·华文传道” yang diadakan oleh Shanxi University, di Provinsi Shanxi, China, pada 3-16 November 2025. Program ini merupakan salah satu agenda penting dalam peningkatan kompetensi guru bahasa Mandarin di tingkat global serta memperkuat jejaring pendidikan internasional.
Di antara peserta, hadir pula dua dosen dari Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Universitas Hasanuddin, yaitu Sukma dan Wa Ode Siti Hardiant Halidun, yang mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan akademik, lokakarya, dan kunjungan budaya selama pelatihan berlangsung.
.jpeg)
Pelatihan Berbasis Integrasi Bahasa–Budaya
Program “晋韵华章·华文传道” menekankan penguatan pedagogi bahasa Mandarin yang terintegrasi dengan budaya lokal Shanxi—mulai dari musik, sejarah, hingga seni tradisional. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai:
- Metode pengajaran inovatif untuk pembelajar asing,
- Pemanfaatan teknologi dalam kelas bahasa Mandarin,
- Pendekatan lintas budaya untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran,
- Studi langsung tentang warisan budaya Shanxi yang menjadi bagian penting dari peradaban Tiongkok.
Kesan Peserta dari Universitas Hasanuddin
Dosen Prodi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok Universitas Hasanuddin, Wa Ode Siti Hardianti Halidun , menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan perspektif baru mengenai integrasi budaya dalam pengajaran bahasa Mandarin.
“Program ini sangat komprehensif dan membuka wawasan kami tentang bagaimana pendidikan bahasa Mandarin dapat dikembangkan dengan pendekatan yang lebih humanis, kreatif, dan relevan bagi mahasiswa,” ujarnya.
Sementara itu,Sukmamenilai kegiatan ini menjadi ruang penting untuk bertukar praktik baik dengan pendidik dari berbagai negara.
“Selain memperdalam pemahaman tentang budaya Shanxi, kami juga berdiskusi banyak tentang tantangan dan inovasi pengajaran bahasa Mandarin di berbagai konteks global. Pengalaman ini sangat berharga untuk pengembangan kurikulum dan pembelajaran di Universitas Hasanuddin,” tuturnya.
Memperkuat Jejaring Pendidikan Internasional
Pelatihan ini tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga memperkuat kolaborasi antar lembaga pendidikan dari berbagai negara. Para peserta berkesempatan membangun jejaring internasional dengan institusi pendidikan di Tiongkok serta menjajaki peluang kerja sama di bidang pengajaran bahasa dan kebudayaan.