ICLC-6 2025 FIB Unhas, Pertemuan Akademisi yang Bahas Inovasi Multidisipliner dalam Kajian Bahasa dan Budaya
Administrator · 14 Nov 2025
MAKASSAR – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menegaskan posisinya sebagai pusat kajian bahasa dan kebudayaan di Asia Tenggara dengan menyelenggarakan The 6th International Conference on Linguistics and Cultural Studies (ICLC-6), Rabu (12/112025), di Aula Prof. Mattulada FIB Unhas.
Konferensi internasional ini dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., SpBM(K). Dia menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam memperkuat riset linguistik dan budaya di tengah perubahan global. “Forum seperti ICLC bukan hanya ruang diskusi ilmiah, tetapi juga jembatan untuk membangun pemahaman lintas bangsa,” ujarnya di hadapan peserta dari berbagai negara.
Pembukaan berlangsung khidmat dengan doa bersama, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Unhas. Suasana kemudian berubah meriah saat kelompok seni SPaSI IMSI KMFIB menampilkan tari Empat Etnis, yang menggambarkan harmoni budaya Sulawesi Selatan melalui gerak empat etnis besar: Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja. Selain itu, alumnus Sastra Indonesia Unhas angkatan 1977, Andi Mahrus, turut membacakan puisi reflektif tentang nilai kebudayaan dan kemanusiaan, menambah kedalaman makna pada acara pembukaan.
ICLC-6 menghadirkan akademisi terkemuka dari berbagai negara. Eguchi Maki, Ph.D. dari University of Tsukuba, Jepang, hadir secara luring. Prof. Mokhtar, M.A. dari University of Malaya, Malaysia, berpartisipasi secara daring. Prof. Wan Wen Bin dari Nanchang University, Tiongkok, hadir luring, sementara Abdulraya Panaemalae dari Walailak University, Thailand, mengikuti secara daring.
Dari Indonesia, turut hadir Prof. Dr. Rodliyah, S.H. dari Universitas Mataram yang dikenal sebagai ahli hukum pidana dan budaya, Prof. Dr. Ika Lestari Damayanti dari Universitas Pendidikan Indonesia yang hadir daring, serta Prihantoro, Ph.D. dari Universitas Diponegoro yang juga berpartisipasi daring. Dari Unhas sendiri, hadir Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, M.Hum., Prof. Dr. Asriani Abbas, M.Hum., dan Prof. Dr. Yusring Sanusi Baso, M.Hum., yang semuanya hadir secara luring. Selain itu, puluhan pemakalah dari berbagai universitas dan lembaga di Indonesia turut berpartisipasi, baik secara luring maupun daring, menjadikan konferensi ini semakin kaya perspektif.
Ketua Panitia, Prof. Dr. Nurhayati, M.Hum., menjelaskan bahwa konferensi kali ini mengusung tema “Multidisciplinary Perspectives on Linguistics, Literature, Culture, and Teaching: Challenges and Innovations.” Tema tersebut dipilih untuk menyoroti perkembangan linguistik, sastra, budaya, dan pengajaran dalam kaitannya dengan disiplin ilmu lain seperti teknologi informasi, hukum, dan bidang sosial. “Kami berharap konferensi ini melahirkan ide-ide cemerlang yang memperkaya ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat jejaring akademik lintas negara,” ujarnya.
Setelah pembukaan, konferensi berlanjut ke dua sesi pleno. Sesi pertama dimoderatori oleh Dr. A. Faisal Pasokkori, M.Hum., dengan fokus pada perkembangan linguistik global. Sesi kedua dipandu oleh Dr. Karmila Mokoginta, SS, M.Hum., M.Arts., yang mengangkat isu-isu kontemporer dalam kajian budaya dan pendidikan bahasa. Kedua sesi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta, yang aktif berdiskusi dan bertukar pandangan.
Dalam laporannya, Prof. Nurhayati menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Rektor Unhas beserta jajaran, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, staf, panitia, hingga mahasiswa yang terlibat dalam penampilan seni. “Konferensi besar ini tidak mungkin terlaksana tanpa kerja sama semua pihak. Semoga Allah Swt. memberikan pahala atas segala usaha yang telah dilakukan,” ucapnya.
Menutup kegiatan, pembawa acara Imelda dan Ismail menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembicara dan peserta. “ICLC-6 bukan hanya ajang ilmiah, tetapi juga perayaan atas kekayaan budaya dan semangat akademik lintas bangsa,” ujarnya. Dengan terselenggaranya ICLC-6 2025, Universitas Hasanuddin kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat unggulan pengembangan linguistik dan studi budaya di kawasan Asia. (ipa/*)