SARJANA SASTRA INDONESIA

Teras 2025: Ruang Ekspresi Mahasiswa FIB Unhas

Blog Post Image

Administrator · 17 Nov 2025

MAKASSAR – Pelataran Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin pada Minggu (16/11/2025) berubah menjadi panggung besar. Ekspresi mahasiswa dirayakan. Ratusan mahasiswa lintas departemen berkumpul dalam Teras 2025 (Transformasi Demokrasi Paradigma Mahasiswa), sebuah perayaan seni, dialog, dan kreativitas yang digagas Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (KMFIB) Unhas.

Acara dibuka dengan tari paduppa, dilanjutkan dengan paduan suara, serta parade pengenalan departemen melalui fashion show. Mahasiswa dari Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Arab, Sastra Bugis-Makassar, Sejarah, Arkeologi, Sastra Jepang, Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Sastra Prancis hingga Pariwisata tampil bergantian, menunjukkan identitas dan kebanggaan masing-masing.

Teras 2025 bukan sekadar hiburan. Panggung teater menjadi ruang kritik sosialnya. Lakon berjudul “Tanah Tabu” mengangkat isu-isu sensitif di kampus: mulai dari kasus kekerasan seksual yang pernah mencoreng Unhas, hingga budaya senioritas yang menekan mahasiswa baru.

Dalam pertunjukan itu, mahasiswa menegaskan harapan agar kampus menjadi ruang aman, egaliter, dan penuh dialog. Kritik juga diarahkan pada pola perkuliahan yang masih minim diskusi dua arah, seolah kelas hanya menjadi rutinitas tanpa kedalaman pengetahuan.

Puncak acara semakin meriah dengan tari massal Pagellu yang melibatkan lebih dari 60 penari. Gerakan energik dan kompak menjadi simbol kebersamaan mahasiswa. Selain itu, panggung Teras 2025 juga diramaikan oleh pertunjukan puisi, band, dance, seni rupa, dan berbagai karya seni lain yang melibatkan total 439 mahasiswa.

Ketua Panitia, Giandra Andi Lolo, menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan momentum refleksi. Ini adalah respons terhadap isu patriarki, kapitalisme, dan peran negara. “Kami melakukan analisis kondisi kampus, pelatihan, serta penggarapan karya,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Ketua BEM FIB Unhas, Nurul Annisa Septidinia. Ia menyebutkan, panggung Teras 2025 adalah ruang ekspresi mahasiswa yang patut dirayakan. “Saya mengapresiasi panitia. Ini adalah panggung kalian, ekspresikan karya kalian dalam bentuk seni,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Kemahasiswaan FIB Unhas, Rezki Ramadhani yang mewaliki Dekan FIB, menekankan pentingnya kegiatan semacam ini sebagai wadah pembentukan karakter. “Kenali lingkup kampus dan jadilah senior yang memberikan contoh positif. Saya mengapresiasi panitia dan BEM yang telah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri secara kreatif,” tuturnya.

Ia berharap Teras 2025 menjadi tradisi yang berkelanjutan, menghubungkan mahasiswa lintas departemen, dan menciptakan ekosistem multidisiplin yang kolaboratif. “Semoga lebih banyak mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini,” pungkasnya. (*/)

Sumber FAJAR

sebelumnya
Mars Sastra UNHAS
selanjutnya
Dr. Dra. St. Nursa’adah, M. Hum.