Tiga Mahasiswa Sastra Indonesia Unhas Borong Penghargaan InTechSEA Awards 2026
JAKARTA— Tiga mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas), menorehkan prestasi pada ajang Innovation and Technology for Social and Environmental Sustainability (InTechSEA) Awards 2026.
Dalam malam penganugerahan yang berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Jakarta, Senin (14/9/2026), delegasi FIB Unhas berhasil meraih dua predikat Gold dan satu Silver pada kategori Special Awards: Inovasi Berkelanjutan.
Predikat Gold diraih Tunggal Utama Ramadhan, SHS., melalui karya “Eco-Narrative Lab”, sebuah inkubator penulisan wacana autentik yang dikembangkan untuk memitigasi praktik greenwashing pada produk daur ulang UMKM.
Predikat Gold lainnya diraih A. Haikal Bangsawan melalui proyek “RECLAIM”, berupa model pendidikan inklusif mobile schooling berbasis literasi kreatif bagi anak tidak sekolah.
Sementara itu, predikat Silver diraih Ahmad Denyar Di Baiduri bersama tim melalui inovasi “Care-Sosial”, yakni ekosistem perawatan lansia tanpa panti yang berbasis komunitas RT/RW.
Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Unhas, Asmi Citra Malina, S.Pi., M.Agr., Ph.D., menegaskan bahwa proses seleksi dalam ajang tersebut berlangsung ketat.
“Seluruh risalah dan inovasi yang masuk telah melalui proses seleksi administrasi serta penjurian substansi yang sangat ketat oleh dewan penilai. Penilaian difokuskan pada program yang memberi dampak nyata bagi masyarakat, lingkungan, serta prinsip ESG dan SDGs,” ujar Asmi Citra.
Ia berharap ajang tersebut dapat memperkuat kolaborasi inovasi berbasis masyarakat untuk mendukung kemajuan bangsa.
Dosen pendamping ketiga mahasiswa, Rismayanti, S.S., M.Hum., mengapresiasi keberanian mahasiswa Sastra Indonesia dalam mengembangkan riset yang aplikatif.
“Prestasi ini lahir dari komitmen kami untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa Sastra Indonesia dalam mengeksplorasi potensi keilmuan. Karya Tunggal, Haikal, dan Denyar membuktikan bahwa humaniora memiliki daya tawar dalam menjawab persoalan sosial, ekonomi sirkular, dan inklusi masyarakat secara nyata,” tuturnya.
Mewakili para peraih penghargaan, Tunggal Utama Ramadhan mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Penghargaan ini menegaskan bahwa keilmuan humaniora dan bahasa memiliki peran taktis dalam menjawab krisis ekologi dan sosial. Melalui riset aplikatif ini, kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa sastra mampu menghadirkan terobosan solutif yang beretika, berdampak, dan terukur di lapangan,” ungkapnya.
Ajang InTechSEA Awards 2026 yang dihadiri jajaran menteri kabinet, pimpinan kementerian, pimpinan BUMN, serta perwakilan korporasi multinasional tersebut menjadi ruang bagi para inovator untuk memperkenalkan gagasan dan karya yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Capaian tiga mahasiswa Sastra Indonesia FIB Unhas tersebut sekaligus menunjukkan penerapan pendekatan humaniora dalam pengembangan solusi bagi persoalan lingkungan, pendidikan, dan sosial di tingkat nasional. (*)
