SARJANA TERAPAN AGRIBISNIS PANGAN
Menyoal Hilirisasi Perikanan, Mahasiswa Agribisnis Pangan Fakultas Vokasi Unhas Raih Juara I Nasional
Admin Agribisnis Pangan · 12 Oktober 2026

Menyoal Hilirisasi Perikanan, Mahasiswa Agribisnis Pangan Fakultas Vokasi Unhas Raih Juara I Nasional

MAKASSAR – Indonesia memiliki laut yang luas dan hasil perikanan yang melimpah. Namun, kekayaan tersebut belum sepenuhnya diikuti kemampuan mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tambah. Persoalan lama yang rupanya masih menarik untuk dibicarakan, termasuk oleh kalangan mahasiswa.

Berangkat dari persoalan tersebut, tiga mahasiswa Program Studi Agribisnis Pangan, Fakultas Vokasi, Universitas Hasanuddin (Unhas), yakni Anisa Aulya Syafirah, Nasila Nur Aulia, dan Zaskia Rayna Azzahra, berhasil meraih Juara I dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Agromaritim Nasional.

Mereka mengangkat karya berjudul “Mengurai Ketertinggalan Hilirisasi Perikanan Indonesia: Tinjauan Sistematis Teknologi Pengolahan dan Pengawetan Hasil Laut Berkelanjutan.”

Judul yang cukup panjang, tetapi membawa satu persoalan penting: bagaimana hasil laut Indonesia tidak berhenti sebagai komoditas mentah, melainkan dapat diolah, diawetkan, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.

Melalui pendekatan tinjauan sistematis, karya tersebut menempatkan teknologi pengolahan dan pengawetan hasil laut sebagai fokus kajian. Sebuah isu yang relevan bagi Indonesia, mengingat persoalan pascapanen, mutu produk, dan nilai tambah masih menjadi bagian dari tantangan pengembangan sektor perikanan.

Kompetisi ini diikuti 62 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, terdiri atas 41 tim pada kategori karya tulis ilmiah dan 21 tim pada kategori poster. Di tengah persaingan tersebut, tim dari Fakultas Vokasi Unhas berhasil menempati posisi pertama.

Barangkali yang menarik dari pencapaian ini bukan semata piala atau predikat juara. Melainkan keberanian mahasiswa melihat persoalan yang selama ini akrab dalam pembicaraan pembangunan sektor kelautan dan perikanan, lalu membawanya ke ruang akademik untuk dikaji secara lebih sistematis.

Sebab, berbicara tentang kekayaan laut Indonesia sesungguhnya tidak cukup hanya dengan menghitung berapa banyak ikan yang berhasil ditangkap. Ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting: seberapa besar nilai yang dapat dipertahankan dan diciptakan setelah hasil tangkapan sampai ke daratan?

Prestasi ketiganya menjadi kabar baik bagi Program Studi Agribisnis Pangan, Fakultas Vokasi Unhas. Sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan vokasi memiliki ruang yang luas untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan nyata di dunia industri, termasuk pada pertemuan antara teknologi, pengolahan hasil perikanan, dan keberlanjutan ekonomi.

Juara pertama tentu sebuah pencapaian. Namun, gagasan yang mereka bawa menyisakan perkara yang jauh lebih besar: bagaimana kekayaan laut Indonesia kelak dapat menghasilkan nilai yang sepadan bagi negeri yang memilikinya.