SARJANA TERAPAN KOMUNIKASI DIGITAL
Tujuan dan Sasaran

Tujuan dan Sasaran

Program Studi Komunikasi Digital bertujuan untuk:

 1.⁠ ⁠Menghasilkan lulusan profesional yang memiliki kompetensi unggul dalam perencanaan, produksi, distribusi, dan evaluasi konten komunikasi digital berbasis teknologi terkini.

 2.⁠ ⁠Membekali mahasiswa dengan keterampilan terapan dalam bidang strategi komunikasi digital, produksi media digital, manajemen platform digital, analitik media, dan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam ekosistem komunikasi modern.

 3.⁠ ⁠Menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan industri digital, kreatif, inovatif, serta mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) pada sektor komunikasi berbasis teknologi.

 4.⁠ ⁠Mengembangkan pendidikan vokasi berbasis praktik dan industri melalui pembelajaran project-based learning, teaching factory, magang industri, serta kolaborasi strategis dengan mitra profesional.

 5.⁠ ⁠Menghasilkan karya terapan, inovasi, dan solusi komunikasi digital yang memberikan kontribusi bagi pengembangan masyarakat, industri kreatif, dan transformasi digital nasional.

 6.⁠ ⁠Menumbuhkan jiwa kewirausahaan digital sehingga lulusan mampu menciptakan peluang usaha mandiri di bidang komunikasi digital dan industri kreatif.

 7.⁠ ⁠Membangun budaya akademik yang profesional, berintegritas, dan berorientasi global dalam penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi vokasi.

Sasaran Program Studi Komunikasi Digital Fakultas Vokasi Untuk mencapai tujuan tersebut, ditetapkan sasaran sebagai berikut:

1.⁠ ⁠Terselenggaranya kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang selaras dengan kebutuhan industri komunikasi digital.

 2.⁠ ⁠Tercapainya lulusan dengan kompetensi pada bidang:

* Digital Content Creation

* Digital Public Relations

* Social Media Strategy

* Data Analytics for Communication

* Multimedia Production

* Digital Branding and Marketing Communication

 3.⁠ ⁠Minimal 80% lulusan terserap di dunia kerja, wirausaha, atau studi lanjut dalam waktu maksimal 12 bulan setelah kelulusan.

 4.⁠ ⁠Minimal 70% mata kuliah menerapkan pembelajaran berbasis proyek dan studi kasus industri.