Terapkan Project Based Learning, Mahasiswa Vokasi Unhas Praktikkan Formulasi Pakan Unggas dan Ternak Ruminansia

Mahasiswa Program Studi Teknologi Produksi Ternak, Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin, melaksanakan Praktikum Formulasi Pakan sebagai bagian dari pembelajaran terapan berbasis Project Based Learning (PBL). Praktikum ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan menyusun ransum ternak secara mandiri berdasarkan kebutuhan nutrisi dan fase pertumbuhan ternak.
Pada praktikum ini, mahasiswa diberikan tugas untuk menyusun formulasi ransum bagi ternak nonruminansia dan ruminansia. Untuk kelompok ternak nonruminansia, formulasi pakan difokuskan pada unggas, yaitu Unggas 1 (broiler) dan Unggas 2 (petelur). Sementara itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada prinsip penyusunan ransum untuk ternak ruminansia, sebagai penguatan pemahaman perbedaan sistem pencernaan dan kebutuhan nutrisi antar kelompok ternak.
Untuk unggas broiler, mahasiswa menyusun formulasi ransum sesuai fase starter dan finisher, sedangkan untuk unggas petelur formulasi disusun berdasarkan fase starter, grower, dan layer (fase produksi). Setiap formulasi disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi spesifik pada masing-masing fase, seperti kandungan energi metabolis, protein kasar, asam amino esensial, serta mineral dan vitamin yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas ternak.
Melalui pendekatan Project Based Learning, mahasiswa bekerja secara mandiri maupun berkelompok untuk merancang formulasi pakan berbasis permasalahan nyata di lapangan. Mahasiswa dituntut untuk mengidentifikasi kebutuhan nutrisi ternak, memilih bahan baku pakan yang tersedia secara lokal, mempertimbangkan batasan penggunaan bahan pakan, serta menghitung komposisi ransum yang seimbang dan ekonomis.
Dalam proses praktikum, mahasiswa menggunakan data komposisi bahan pakan dan kandungan nutrien yang bersumber dari literatur standar serta referensi pendukung lainnya. Selain itu, mahasiswa juga dilatih memahami perbedaan prinsip penyusunan ransum antara ternak nonruminansia yang menekankan keseimbangan energi dan protein, serta ternak ruminansia yang memperhatikan keseimbangan serat, energi, dan protein untuk mendukung fungsi fermentasi di rumen.
Koordinator kegiatan praktikum, Anggun Permata Sari, S.Pt., M.Pt., menjelaskan bahwa praktikum formulasi pakan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang nutrisi ternak secara komprehensif.
“Melalui praktikum ini, mahasiswa tidak hanya belajar menghitung formulasi pakan, tetapi juga memahami perbedaan kebutuhan nutrisi antara ternak ruminansia dan nonruminansia. Pendekatan Project Based Learning melatih mahasiswa berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menyusun ransum yang aplikatif sesuai kondisi lapangan,” jelasnya.
Selain penyusunan formulasi, mahasiswa juga melakukan evaluasi ransum yang telah disusun, meliputi kesesuaian kandungan nutrien dengan standar kebutuhan ternak, keseimbangan nutrisi, serta efisiensi biaya pakan. Proses evaluasi ini melatih mahasiswa untuk menganalisis dan mempertanggungjawabkan hasil formulasi secara ilmiah.
Melalui Praktikum Formulasi Pakan ini, Fakultas Vokasi Unhas menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan pembelajaran vokasi yang berorientasi pada praktik dan kebutuhan industri. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja, baik di industri pakan, peternakan komersial, maupun sebagai pendamping dan konsultan nutrisi ternak.