Dosen Geofisika UNHAS Raih Pendanaan Riset IFI Science et Impact untuk Studi Tsunami Vulkanik di Gunung Gamalama
Dosen Program Studi Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Saaduddin, Ph.D., berhasil memperoleh pendanaan riset dari Institut Français d’Indonésie melalui program Science et Impact 2026.
Penelitian yang didanai tersebut berjudul Towards Reliable Volcanic Tsunami Risk Mitigation in Indonesia: Integrated Modelling and Field Investigation at Mt. Gamalama. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan mitigasi risiko tsunami vulkanik di Indonesia melalui integrasi pemodelan numerik dan investigasi lapangan di Gunung Gamalama.
Dalam pelaksanaannya, Saaduddin berkolaborasi dengan Raphaël Paris, Directeur de Recherche au CNRS pada Laboratoire Magmas & Volcans, Université Clermont Auvergne, Prancis, serta Dr. Bachtiar Mutaqin dari Coastal and Watershed Research Group, Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada (UGM).
Saaduddin, yang merupakan alumnus doktoral dari University of Leeds, menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan kelanjutan dari riset doktoralnya yang berfokus pada pemodelan numerik tsunami akibat longsoran tubuh gunung api.
“Pada penelitian doktoral, saya berfokus pada simulasi numerik untuk menganalisis potensi tsunami vulkanik di Gunung Gamalama. Melalui pendanaan ini, kami akan memperkuat hasil pemodelan tersebut dengan validasi lapangan, termasuk investigasi endapan tsunami dan karakterisasi geomorfologi pesisir,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan Raphaël Paris memberikan nilai strategis bagi penelitian ini. Paris dikenal luas sebagai salah satu peneliti terkemuka dunia dalam bidang tsunami vulkanik, dengan pengalaman panjang dalam investigasi lapangan dan analisis endapan tsunami di berbagai gunung api kepulauan.
Program Science et Impact merupakan skema pendanaan kompetitif dari Pemerintah Prancis yang mendukung kolaborasi ilmiah antara peneliti Prancis dan Indonesia dalam bidang sains dan teknologi.
Melalui penelitian ini, tim berharap dapat menghasilkan model mitigasi yang lebih andal untuk memahami potensi tsunami vulkanik di Indonesia, sekaligus memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi upaya pengurangan risiko bencana di wilayah pesisir yang berada di sekitar gunung api aktif.