MAHASISWA ILMU ADMINISTRASI UNHAS GELAR EKSPEDISI PULAU BARRANG CADDI: MENELUSURI JEJAK GOVERNANSI MARITIM DI PULAU-PULAU KECIL

Makassar, 11 Oktober 2026 — Sebanyak 49 mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi, Departemen Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Hasanuddin (Unhas), bersama 2 juru bahasa isyarat (JBI) dan 4 dosen pendamping, menggelar ekspedisi lapangan bertajuk "Ekspedisi Pulau Barrang Caddi: Menelusuri Jejak Governansi Maritim di Pulau-Pulau Kecil". Peserta ekspedisi ini bukan hanya mahasiswa S1, tetapi juga mahasiswa Program Magister Ilmu Administrasi Publik. Kegiatan berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 dan menggunakan Kapal Riset Unhas atau Unhas Explorer sebagai moda transportasi peserta selama dua hari penuh.
Ekspedisi ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Governansi dan Kebijakan Maritim. Tujuan utamanya adalah menghasilkan Profil Pulau Barrang Caddi dari Perspektif Governansi Maritim, yang tidak sekadar mendeskripsikan kondisi pulau, tetapi juga menganalisis bagaimana laut dikelola, siapa aktor yang terlibat, aturan apa yang digunakan, serta tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir.
Perjalanan menuju Pulau Barrang Caddi ditempuh melalui jalur laut dengan Kapal Riset Unhas. Dalam perjalanan tersebut, peserta juga berkesempatan menikmati keindahan perairan Kepulauan Spermonde, termasuk berenang dan snorkeling di perairan Pulau Kodingareng Keke. Momen ini menjadi pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk merasakan ekosistem laut yang menjadi objek kajian mereka, sekaligus memperkuat pemahaman tentang pentingnya tata kelola maritim yang berkelanjutan.
Kehadiran 2 juru bahasa isyarat (JBI) dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap aksesibilitas dan inklusivitas komunikasi, karena terdapat satu peserta mahasiswa Tuli yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Dengan pendampingan JBI, seluruh proses pembelajaran lapangan dapat diikuti secara setara oleh semua peserta. Kegiatan ini didampingi oleh empat dosen, yaitu Dr. Ishak Salim, SIP., MA., Andi Ahmad Yani, S.Sos., M.Si., MPA., M.Sc., Nuralamsyah Ismail, S.AP., M.AP., dan Sri Nurindah Sari Arsyad, M.AP. (Asisten Peneliti Laboratorium Policy and Governance, Departemen Ilmu Administrasi).
Di Pulau Barrang Caddi, tim melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Lurah, staf kelurahan, serta tokoh-tokoh masyarakat. Pada kesempatan ini, Tim Peneliti menyerahkan bantuan pelampung sejumlah 10 buah kepada Lurah untuk mendukung keselamatan para warga Pulau Barrang Caddi dalam aktivitas pelayarannya. Tim peneliti juga melakukan wawancara mendalam dengan berbagai narasumber dan observasi ke seluruh area pulau. Pulau Barrang Caddi memiliki luas sekitar 4 hingga 6 hektar, sehingga seluruh wilayah pulau dapat dijangkau dan diamati secara menyeluruh oleh tim.
Kegiatan ini mengadaptasi kerangka teoretis Roe (2013, 2016, 2020) yang mencakup tiga konsep utama: Governance Mismatch (kesenjangan kebijakan pusat dan realitas lokal), Speed, Flow, Form, Process (dinamika tata kelola pulau kecil), dan Juxtaposition (benturan dan sinergi antar-aktor). Kajian ini juga diperkaya dengan perspektif Environmental Governance, kritik Blue Economy, serta kearifan lokal masyarakat pesisir.
Mahasiswa dibagi ke dalam tiga tim sesuai dengan tiga instrumen yang digunakan. Tim 1 menyusun Profil Pulau Barrang Caddi dengan menggunakan Instrumen Governansi Maritim, mencakup identitas lokasi, kependudukan, sosial-kultural, ekonomi, politik-kelembagaan, keanekaragaman hayati, lingkungan dan kebencanaan, serta governansi maritim. Tim 2 menganalisis Tata Kelola Berbasis Warga dengan menggunakan Instrumen Self-Organization, mencakup kehadiran pemicu, hubungan saling percaya, fokus interaksi, lokus interaksi, menjembatani batas, dan adaptasi praktik. Tim 3 memetakan Spektrum Governansi Maritim dengan menggunakan Instrumen Spektrum Aktor Governansi Maritim, mencakup tingkat integrasi kebijakan dan tingkat koordinasi eksternal antar-aktor. Metode yang digunakan meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), inventarisasi hayati, dan pemetaan partisipatif bersama masyarakat.
Salah satu mitra lokal yang menjadi fokus kajian adalah Komunitas Lestari Penyu (KLP), kelompok penggerak konservasi yang didirikan pada 11 November 2022 di Pulau Barrang Caddi. Berdasarkan wawancara dengan pengurus KLP, komunitas ini aktif melindungi tiga spesies penyu di perairan tersebut: Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Hijau (Chelonia mydas), dan Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea). Melalui patroli rutin, edukasi masyarakat, transplantasi terumbu karang, dan pelepasan tukik, KLP menjadi contoh nyata keterlibatan masyarakat sipil dalam tata kelola maritim.
Kegiatan ini sejalan dengan visi Rektor Unhas periode 2026–2030, khususnya dalam penguatan ekosistem riset tematik, pengabdian kepada masyarakat, serta peran Unhas dalam pembangunan berkelanjutan (SDGs). Dosen pengampu Dr. Ishak Salim menyatakan bahwa ekspedisi ini adalah implementasi nyata dari pembelajaran teori di ruang kelas ke dunia nyata.
"Mahasiswa tidak hanya belajar konsep, tetapi juga merasakan langsung dinamika tata kelola maritim di tingkat komunitas," ujarnya.
Hasil ekspedisi akan disusun menjadi profil pulau komprehensif, peta aktor dan kelembagaan, dokumentasi kearifan lokal, inventarisasi keanekaragaman hayati, rekomendasi kebijakan, artikel ilmiah, serta video dokumentasi. Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi akademik bagi pengembangan ilmu administrasi publik dan kebijakan maritim di Indonesia, khususnya untuk tata kelola pulau-pulau kecil.
Tim ekspedisi juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lurah Barrang Caddi beserta seluruh staf kelurahan atas izin, dukungan, dan fasilitasi selama kegiatan berlangsung; kepada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama Pulau Barrang Caddi atas kesediaan berbagi cerita, pengalaman, dan pengetahuan yang sangat berharga; kepada seluruh warga Pulau Barrang Caddi atas keramahan, keterbukaan, dan sambutan hangat yang luar biasa selama dua hari kegiatan; kepada Komunitas Lestari Penyu (KLP) dan seluruh mitra lokal atas kolaborasi yang baik; serta kepada pimpinan Universitas Hasanuddin dan FISIP Unhas atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Tanpa dukungan dan partisipasi semua pihak, ekspedisi ini tidak akan berjalan sebaik ini. Semoga hasil kegiatan ini bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan bagi kesejahteraan masyarakat Pulau Barrang Caddi.