SARJANA ARKEOLOGI

Dosen Arkeologi Unhas Terlibat Sebagai Narasumber dan Tenaga Ahli Kajian Zonasi Tosora

Blog Post Image
Administrator | 31 Mar, 2026

Wajo, Maret 2026 – Dua dosen Program Studi Sarjana Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Akin Duli, M.A dan Dr. Yadi Mulyadi, M.A, mendapat penugasan resmi dari Dekan FIB Unhas untuk berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) “Zonasi Cagar Budaya Kawasan Tosora, Kabupaten Wajo” yang dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX.  

FGD yang berlangsung pada 9 Maret 2026 di Sirmani Hotel, Kabupaten Wajo, menghadirkan akademisi, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan pelestarian budaya. Dalam forum tersebut, kedua dosen Arkeologi Unhas tampil sebagai narasumber utama yang membahas strategi pelestarian dan penataan kawasan bersejarah Tosora.  

Selain itu, berdasarkan surat penugasan tertanggal 5 Maret 2026, keduanya juga dipercaya sebagai tenaga ahli kajian zonasi cagar budaya Tosora, bersama Andi Muhammad Syaiful, S.S., M.A. Keterlibatan ini merupakan bagian dari kerja kolaboratif antara Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, akademisi, arkeolog, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyusun kajian zonasi yang komprehensif.  

Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, S.S., M.Hum, menegaskan bahwa partisipasi dosen Arkeologi Unhas dalam kegiatan ini adalah bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pelestarian warisan budaya bangsa. “Kehadiran akademisi di lapangan bukan hanya memberi perspektif ilmiah, tetapi juga memastikan bahwa kebijakan pelestarian berbasis pada kajian yang kuat,” ujarnya.  

Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis bagi pengelolaan kawasan Tosora sebagai salah satu situs penting sejarah dan budaya di Sulawesi Selatan.

sebelumnya
Rapat Kedua Tim Task Force Akreditasi Prodi Arkeologi Unhas
selanjutnya
Seminar Proposal Praskripsi Departemen Arkeologi Universitas Hasanuddin