Melacak Jaringan Maritim Prasejarah: Arkeolog UNHAS dan National Museum of Ethnology Jepang Ungkap Migrasi Kuno di Selayar
Bagaimana manusia purba mengarungi lautan dan memanfaatkan sumber daya alam di wilayah kepulauan Indonesia Timur ribuan tahun lalu? Teka-teki sejarah besar inilah yang berusaha dipecahkan oleh tim peneliti Departemen Arkeologi Universitas Hasanuddin dalam sebuah ekspedisi internasional berskala besar.
Mulai 8 hingga 30 Juni 2026, tim Arkeologi UNHAS berkolaborasi dengan lembaga riset prestisius dunia: National Museum of Ethnology, Jepang, serta Pusat Riset Arkeologi Lingkungan, Maritim, dan Budaya Berkelanjutan - BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). Ekspedisi kolaboratif ini bertajuk “Prehistoric Human Migration: Maritime Networks and Resources Use in Sulawesi and East Indonesia”.
Menjelajahi Misteri Gua-Gua Prasejarah di Selayar
Fokus utama penelitian lapangan kali ini mengambil lokasi strategis di Situs Gua yang terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Selayar, dengan posisi geografisnya yang unik sejak masa lampau, menyimpan potensi data arkeologi yang masif terkait jalur pelayaran purba, sisa-sisa hunian gua, hingga jejak adaptasi manusia prasejarah terhadap lingkungan maritim.
Dipimpin oleh pakar arkeologi UNHAS, Dr. Supriadi, M.A., tim ini melakukan ekskavasi dan analisis mendalam untuk mengidentifikasi bagaimana jejaring maritim masa lalu terbentuk dan bagaimana komoditas alam dimanfaatkan oleh para pelaut awal di Nusantara.
Pengalaman Global Langsung untuk Peneliti Muda
Salah satu aspek paling penting dari proyek ini adalah komitmen reposisi mahasiswa sebagai produsen pengetahuan, bukan sekadar audiens pasif di kelas. Melalui penugasan akademis resmi dari Fakultas Ilmu Budaya UNHAS, enam peneliti muda (mahasiswa Arkeologi) diterjunkan langsung ke garis depan ekskavasi:
- Salsa Bhila Yulianto
- Andi Saskia Aulya
- Alif Jaya
- Sufiyan
- Nur Ulfiah Yusri
- Bagus Dwi Putra
Di bawah bimbingan langsung para arkeolog senior dari Indonesia dan Jepang, para mahasiswa ini mempelajari teknik ekskavasi modern, penanganan temuan artefak sensitif, hingga analisis arkeometri berstandar internasional.
Kontribusi untuk Pengetahuan Dunia
Riset kolaboratif ini tidak sekadar bertujuan mengisi lembar dokumentasi kampus, melainkan untuk menghasilkan data ilmiah baru yang akan dipublikasikan di jurnal-jurnal arkeologi bereputasi global.
Dengan memahami pola migrasi dan jaringan maritim masa lalu, Arkeologi UNHAS bersama mitra internasionalnya sedang menyusun kembali potongan-potongan sejarah penting tentang bagaimana peradaban bahari di Asia Tenggara bermula.






