Praktikum Lapangan Survei dan Perekaman Data Arkeologi di Kawasan Leang-leang
Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin melaksanakan Praktikum Lapangan Mata Kuliah Survei dan Perekaman Data Arkeologi serta Arkeologi Prasejarah pada tanggal 4–7 Juni 2026 di Taman Arkeologi Leang-leang, Kabupaten Maros. Kawasan ini merupakan salah satu situs gua prasejarah terpenting di Sulawesi Selatan.
Sebanyak 91 mahasiswa didampingi oleh 6 dosen mengikuti kegiatan yang mencakup survei, perekaman data, diskusi tim, hingga materi kelas di basecamp. Praktikum ini bertujuan melatih keterampilan mahasiswa dalam penelitian lapangan sekaligus memperkuat pemahaman tentang konteks budaya prasejarah di kawasan karst Maros-Pangkep.
Rangkaian Kegiatan
- Hari pertama (4 Juni 2026): keberangkatan dari kampus menuju basecamp, dilanjutkan dengan briefing dan diskusi tim.
- Hari kedua hingga keempat (5–7 Juni 2026): kegiatan inti berupa survei dan perekaman data di berbagai situs gua prasejarah, di antaranya Leang Panaikang 1, Tinggi Ada, Barang Tedong 1, Lambatorang, Pucu 2, Pucu 3, Pucu 6, Pajae, Ulu Wae, Elle Pusae, Ambe Pacco, Bulu Bettue, dan Ulu Leang.
- Malam hari diisi dengan diskusi tim dan materi kelas, memperdalam analisis atas data yang diperoleh.
Dukungan dan Perizinan
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dan Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan, yang telah menerbitkan izin kunjungan resmi sesuai ketentuan. Pihak pengelola kawasan juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan konservasi serta kesiapan mahasiswa membawa perlengkapan pribadi selama kegiatan.
Capaian IKU Universitas
Praktikum ini sekaligus menjadi bagian dari pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Hasanuddin:
- IKU 3: Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar di luar kampus melalui kegiatan lapangan di situs prasejarah.
- IKU 5: Dosen pendamping aktif terlibat dalam kegiatan lapangan bersama mahasiswa, memperkuat kolaborasi akademik dengan mitra eksternal seperti Balai Pelestarian Kebudayaan dan Balai Taman Nasional.
Makna Kegiatan
Praktikum lapangan ini bukan hanya menjadi ajang pembelajaran teknis, tetapi juga sarana menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya pelestarian warisan budaya prasejarah. Dengan keterlibatan langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan teori dengan praktik serta menghasilkan data yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu arkeologi dan masyarakat.




