Tim Riset Departemen Sastra Daerah FIB Unhas Laksanakan Digitalisasi Naskah Kuno di Kabupaten Sinjai
Tim Riset Departemen Sastra Daerah FIB Unhas Laksanakan Digitalisasi Naskah Kuno di Kabupaten Sinjai
Sinjai – Tim riset dari Departemen Sastra Daerah, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan digitalisasi naskah kuno di Perpustakaan Daerah Kabupaten Sinjai sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya tulis Sulawesi Selatan. Kegiatan penelitian ini dipimpin oleh Prof. Muhlis Hadrawi, M.Hum., pakar filologi dan naskah Nusantara dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin.
Kegiatan digitalisasi bertujuan untuk mendokumentasikan, menginventarisasi, sekaligus mengamankan koleksi naskah kuno yang tersimpan di Perpustakaan Daerah Kabupaten Sinjai dalam bentuk arsip digital. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pelestarian naskah agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan secara lebih luas untuk kepentingan penelitian, pendidikan, serta pengembangan ilmu pengetahuan.


Dalam pelaksanaannya, tim peneliti melakukan identifikasi kondisi fisik naskah, pendokumentasian menggunakan perangkat digital beresolusi tinggi, serta penyusunan metadata sebagai informasi pendukung setiap koleksi. Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan kaidah konservasi sehingga tidak mengganggu kondisi fisik naskah asli.
Ketua tim peneliti, Prof. Muhlis Hadrawi, M.Hum., menjelaskan bahwa digitalisasi merupakan salah satu strategi penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya tulis yang rentan mengalami kerusakan akibat faktor usia, iklim, maupun intensitas penggunaan.
"Melalui digitalisasi, naskah-naskah kuno dapat terdokumentasi dengan baik sehingga informasi yang dikandungnya tetap dapat dipelajari tanpa harus terlalu sering menyentuh naskah asli. Ini merupakan langkah penting dalam pelestarian sekaligus pemanfaatan warisan budaya untuk generasi mendatang," ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi wujud kolaborasi antara Departemen Sastra Daerah FIB Universitas Hasanuddin dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sinjai dalam mendukung pelestarian manuskrip lokal. Hasil digitalisasi diharapkan dapat memperluas akses bagi peneliti, mahasiswa, dan masyarakat untuk mempelajari sejarah, bahasa, sastra, serta budaya yang terekam dalam naskah-naskah tersebut.
Melalui kegiatan ini, Departemen Sastra Daerah FIB Universitas Hasanuddin kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan penelitian berbasis pelestarian budaya lokal dengan memanfaatkan teknologi digital. Digitalisasi naskah diharapkan menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan memori kolektif bangsa sekaligus memperkuat upaya pelestarian manuskrip Nusantara di era digital.