FOTO-FOTO: PKM Sastra Indonesia di SMAN 9 Gowa, Guru Dilatih Manfaatkan Teknologi Digital dalam Pembelajaran
GOWA — Departemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia” bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Kabupaten Gowa. Kegiatan tersebut berlangsung di UPT SMAN 9 Gowa dan diikuti guru-guru Bahasa dan Sastra Indonesia dari berbagai SMA di Kabupaten Gowa (23/05/2026).
Kegiatan ini dihadiri Ketua Departemen Sastra Indonesia FIB Unhas, sekretaris departemen, para guru besar, dosen Departemen Sastra Indonesia, Kepala UPT SMAN 9 Gowa, pengurus MGMP Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Kabupaten Gowa, serta para guru peserta pelatihan.
Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi diskusi, yakni sesi kebahasaan dan sesi kesastraan. Sesi kebahasaan dimoderatori Prof. Dr. Nurhayati, M.Hum. dengan menghadirkan narasumber Prof. Muhammad Darwis, Dr. Ikhwan M. Said, M.Hum., dan Prof. Dr. Asriani Abbas, M.Hum.
Sementara itu, sesi kesastraan dimoderatori Prof. Dr. AB. Takko Bandung, M.Hum. dengan pemateri Dr. Inriati Lewa, M.Hum., Dr. Dra. St. Nursa’adah, M.Hum., serta Faisal Oddang, S.S., M.Hum. Para narasumber membahas berbagai strategi pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang lebih interaktif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Ketua Departemen Sastra Indonesia FIB Unhas, Muslimat, mengatakan bahwa kegiatan PKM tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga eksistensi dan pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi.
“Bahasa Indonesia saat ini sedang menuju bahasa internasional. Karena itu, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk terus membina, mengembangkan, dan memperkuat penggunaannya, baik dalam dunia pendidikan maupun kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Muslimat, perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan. (*)










