SARJANA SASTRA INDONESIA
PKKMB Departemen Sastra Indonesia Unhas 2026: 143 Mahasiswa Baru Ikuti Pengenalan Akademik hingga Keorganisasian
Administrator · 13 Agustus 2026

PKKMB Departemen Sastra Indonesia Unhas 2026: 143 Mahasiswa Baru Ikuti Pengenalan Akademik hingga Keorganisasian

MAKASSAR – Sebanyak 143 mahasiswa baru Angkatan 2026 mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Hasanuddin, yang berlangsung di Lecture Theater (LT.7) Unhas, Kamis (13/8/2026).

Sebelumnya, mahasiswa baru telah mengikuti PKKMB tingkat Universitas di GOR Unhas pada Selasa (11/8/2026) dan PKKMB tingkat Fakultas pada Rabu (12/8/2026).

Tahun ini, Universitas Hasanuddin menerima sebanyak 10.401 mahasiswa baru yang tersebar di 17 fakultas. Fakultas Ilmu Budaya menjadi fakultas dengan jumlah mahasiswa baru terbesar kedua, yakni 994 mahasiswa, setelah Fakultas Teknik yang menerima 1.634 mahasiswa.

Ketua Departemen Sastra Indonesia FIB Unhas, Dr. Dra. Muslimat, M.Hum., dalam sambutannya mengatakan bahwa memasuki perguruan tinggi bukan sekadar perpindahan dari jenjang sekolah menengah ke universitas, melainkan juga merupakan pergeseran tanggung jawab menuju kehidupan yang lebih dewasa.

"Yang diharapkan adalah menjadi pribadi yang lebih berpengetahuan, lebih matang, dan lebih bertanggung jawab dalam berbagai aspek kehidupan," ujarnya.

Menurutnya, di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), mahasiswa memiliki akses yang sangat mudah terhadap berbagai informasi. Namun, tantangan terbesar bukanlah banyaknya informasi yang diperoleh, melainkan kemampuan untuk memilih, menyaring, dan mengolah informasi tersebut menjadi ilmu pengetahuan.

"Karena itu, tema PKKMB tahun ini adalah Membangun Mahasiswa Sastra Indonesia yang Kritis, Kreatif, Berintegritas, dan Berbudaya. Mahasiswa tidak boleh mudah percaya pada setiap informasi. Perbanyak membaca, belajar dari pengalaman, dan kembangkan kemampuan berpikir kritis," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua informasi yang diperoleh harus diterima begitu saja tanpa proses kajian dan pemahaman yang mendalam.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Muhammad Darwis, M.S. turut memberikan materi mengenai perkembangan Fakultas Ilmu Budaya, termasuk sejarah perubahan nama dari Fakultas Sastra menjadi Fakultas Ilmu Budaya.

Mantan Dekan FIB Unhas periode 2006–2010 itu menjelaskan bahwa sebelum nama Fakultas Ilmu Budaya ditetapkan, terdapat dua usulan yang mengemuka, yakni Fakultas Ilmu Humaniora dan Fakultas Ilmu Budaya.

"Dalam rapat senat akhirnya dipilih nama Fakultas Ilmu Budaya. Unhas memang bukan perguruan tinggi pertama yang menggunakan nama tersebut karena sebelumnya sudah digunakan oleh Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa ruang lingkup Fakultas Ilmu Budaya tidak hanya berkaitan dengan sastra atau kegiatan seperti membaca puisi, tetapi juga mencakup pengembangan keilmuan bahasa, sastra, dan budaya.

"Untuk menjadi ahli budaya, mahasiswa harus menguasai bahasa dan sastra terlebih dahulu. Jika berhasil menjadi ahli bahasa dan ahli sastra, pada dasarnya Anda juga akan menjadi ahli budaya," ungkapnya.

Berjalan Lancar

Rangkaian PKKMB Departemen Sastra Indonesia diawali dengan registrasi dan penyambutan mahasiswa baru yang dimeriahkan penampilan Tari Paduppa oleh Ikatan Mahasiswa Sastra Indonesia (IMSI) KMFIB Unhas. Acara kemudian dibuka secara resmi dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Hasanuddin, dilanjutkan pembacaan doa serta laporan Ketua Panitia PKKMB, Ilham, S.S., M.Hum.

Setelah pembukaan resmi Ketua Departemen Sastra Indonesia, peserta disuguhi penampilan Empat Etnis sebelum memasuki sesi materi. Materi pertama disampaikan Dr. Muhammad Nur Iman, S.S., M.Hum. mengenai pengenalan sumber daya manusia, bidang kepakaran dosen, dan konsentrasi keilmuan di Departemen Sastra Indonesia.

Selanjutnya, Andi Meirling AJ, S.S., M.Hum. memaparkan sosialisasi Kurikulum 2023 (K-23), sedangkan Dr. Indarwati, S.S., M.Hum., selaku Sekretaris Departemen Sastra Indonesia, memberikan penjelasan mengenai penggunaan berbagai aplikasi pembelajaran, meliputi SIPANTAU, SIPAKAMASE, SIKOLA, NEOSIA, serta tata cara pengisian Kartu Rencana Studi (KRS).

Usai sesi materi pagi, peserta dihibur dengan penampilan musik balada dari SpaSI IMSI. Setelah jeda, kegiatan dilanjutkan dengan materi "Berkiprah di Dunia Kreatif" yang disampaikan oleh alumni Sastra Indonesia FIB Unhas, Muh. Akhdan Abizar, S.S. Dalam paparannya, Akhdan membagikan pengalaman berproses di dunia seni pertunjukan hingga berhasil menyelesaikan studi tanpa skripsi melalui jalur karya teater bersama Teater Kampus Unhas (TKU).

Salah satu karya yang diproduksinya dipentaskan di Baruga Andi Pangerang Pettarani Universitas Hasanuddin. Pementasan yang berlangsung pada Minggu tersebut dimulai pukul 14.00 WITA hingga sore hari dan disaksikan sekitar 900 penonton, termasuk Wakil Rektor I Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, Minggu, 25 Agustus 2024. Prestasi tersebut berlanjut dengan terpilihnya produksi teater TKU untuk mewakili Universitas Hasanuddin pada Festival Teater Mahasiswa Nasional (Festamasio) XI yang akan diselenggarakan di Jatinangor oleh Gelanggang Seni Sastra, Teater, dan Film (GSSTF) Universitas Padjadjaran (Unpad).

Suasana semakin semarak dengan penampilan teater dari Tim Teater IMSI sebelum memasuki sesi keorganisasian. Pada sesi ini, Ketua IMSI KMFIB Unhas, Ananda Dina Cintia, bersama jajaran pengurus memperkenalkan IMSI, SpaSI, dan Lentera Kita serta menjelaskan berbagai peluang pengembangan diri melalui organisasi kemahasiswaan. (*)