SARJANA SASTRA INDONESIA
Prof AB Takko Ikuti Simposium Nasional Guru Besar Humaniora 2026 di Universitas Indonesia,  Rumuskan Rekomendasi Kebijakan Humaniora Nasional
Administrator · 14 Agustus 2026

Prof AB Takko Ikuti Simposium Nasional Guru Besar Humaniora 2026 di Universitas Indonesia, Rumuskan Rekomendasi Kebijakan Humaniora Nasional

JAKARTA-Prof. Dr. A. B. Takko, M.Hum., Guru Besar Sastra Indonesia Universitas Hasanuddin (Unhas), mengikuti Simposium Nasional Guru Besar (SNGB) Humaniora 2026 yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Depok.


Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para Guru Besar Humaniora melakukan audiensi dengan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, untuk menyampaikan hasil simposium beserta sejumlah rekomendasi strategis yang telah dirumuskan. Menteri Kebudayaan menerima rekomendasi tersebut dan mengapresiasi kontribusi para akademisi dalam pengembangan kebudayaan nasional. Pada kesempatan itu, Fadli Zon juga memperlihatkan sejumlah koleksi buku langka yang ditulis pada abad ke-17 (1600-an), serta berbagai benda pusaka yang menjadi bagian dari koleksi bersejarah.


Hasil-Hasil SNGB Humaniora 2026


Simposium Nasional Guru Besar (SNGB) Humaniora 2026 menghasilkan dokumen "Hasil-Hasil SNGB Humaniora 2026" sebagai wujud komitmen kolektif para Guru Besar Humaniora dalam merumuskan arah kebijakan kebudayaan nasional yang transformatif, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pengembangan ilmu humaniora di Indonesia.


Dokumen tersebut merupakan hasil pemikiran mendalam dan kesepakatan bersama seluruh peserta SNGB Humaniora 2026 untuk memberikan masukan strategis kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.


Tiga luaran utama yang dihasilkan dalam simposium tersebut meliputi:

  1. Rekomendasi Kebijakan Pengembangan Humaniora.
  2. Rekomendasi Kebijakan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia serta Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
  3. Pembentukan Organisasi Guru Besar Humaniora.