SARJANA TERAPAN AGRIBISNIS PETERNAKAN
Mahasiswa Agribisnis Peternakan Melaksanakan Praktikum Pembuatan Biodigester Sederhana
Admin Agribisnis Peternakan · 2 Juni 2026

Mahasiswa Agribisnis Peternakan Melaksanakan Praktikum Pembuatan Biodigester Sederhana

Makassar – Mahasiswa Program Studi Agribisnis Peternakan melaksanakan praktikum pembuatan biodigester sederhana sebagai bagian dari pembelajaran mengenai pemanfaatan limbah peternakan menjadi energi terbarukan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai proses pengolahan limbah organik, khususnya feses ternak, menjadi biogas yang ramah lingkungan serta memiliki nilai ekonomi.

Pada praktikum ini, mahasiswa memanfaatkan sebuah drum sebagai reaktor biodigester. Drum tersebut dirancang menjadi wadah fermentasi yang kedap udara sehingga dapat mendukung proses pembentukan gas oleh mikroorganisme. Sebelum proses fermentasi dimulai, mahasiswa terlebih dahulu mempersiapkan bahan-bahan yang terdiri atas feses ternak, air, dan larutan Effective Microorganisms 4 (EM4) sebagai aktivator mikroba.

Proses pembuatan biodigester diawali dengan mencampurkan feses ternak dan air hingga menghasilkan campuran yang homogen. Selanjutnya, EM4 ditambahkan ke dalam campuran tersebut untuk mempercepat proses penguraian bahan organik oleh mikroorganisme. Setelah semua bahan tercampur dengan baik, campuran dimasukkan ke dalam drum biodigester, kemudian drum ditutup rapat agar kondisi di dalamnya tetap anaerob atau tanpa oksigen. Kondisi ini sangat penting karena bakteri penghasil metana hanya dapat bekerja secara optimal dalam lingkungan yang tidak mengandung oksigen.

Selain praktik pembuatan, mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai prinsip kerja biodigester, mulai dari proses fermentasi anaerob, pembentukan gas metana, hingga pemanfaatan biogas sebagai sumber energi alternatif untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha peternakan. Mahasiswa juga mempelajari faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan produksi biogas, seperti komposisi bahan, perbandingan air dan feses, suhu, pH, serta lama waktu fermentasi.

Kegiatan praktikum berlangsung secara aktif dengan melibatkan mahasiswa dalam setiap tahapan, mulai dari persiapan alat dan bahan, pencampuran bahan baku, pengisian drum biodigester, hingga pemasangan saluran gas. Melalui praktik langsung ini, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata mengenai teknologi pengolahan limbah peternakan yang sederhana namun memiliki manfaat besar bagi keberlanjutan sektor peternakan.

Dosen pembimbing praktikum menjelaskan bahwa pemanfaatan biodigester tidak hanya mampu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah peternakan, tetapi juga menghasilkan energi terbarukan berupa biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Selain itu, sisa hasil fermentasi atau bioslurry masih memiliki kandungan unsur hara yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan limbah peternakan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal dalam mengembangkan usaha peternakan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Program Studi Agribisnis Peternakan terus berkomitmen menghadirkan kegiatan praktikum yang aplikatif dan sesuai dengan perkembangan teknologi di bidang peternakan. Dengan mengintegrasikan teori dan praktik di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi lulusan yang inovatif, kompeten, serta memiliki kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan melalui pemanfaatan limbah peternakan menjadi sumber energi yang bernilai guna.