MENELUSURI JEJAK TALLO KUNO
(berita dari Menelusuri Jejak Tallo Kuno - Herald Sulsel)
MAKASSAR – Tim Peneliti Thematic Research Group Manuscript and Culture (TRG M&C) LPPM Universitas Hasanuddin menelusuri jejak Tallo kuno. Penelusuran itu melalui riset bertajuk Eksplorasi Jejak Kemaritiman Tallo dan Jejaring Pelayaran dalam Konteks Nusantara. Penelitian ini merupakan kolaborasi Unhas dengan BRIN dan UIN Raden Intan Lampung, melibatkan kepakaran multidisipliner dari bidang filologi, arkeologi, sejarah, dan linguistik.
Riset dipimpin Muhlis Hadrawi dengan anggota tim Muhammad Nur dan Amrullah Amir (FIB Unhas), Jusmianti Garing, Syahruddin Mansur, dan Nuraidar Agus (OR Arbastra BRIN), Abdul Rahman Hamid (UIN Raden Intan Lampung), serta peneliti muda Yusuf Sirajuddin dan Nur Amaliah Ramadhani.
Penelitian ini berfokus menggali toponimi kuno Tallo, baik sebagai kerajaan maupun sebagai negeri maritim awal di Sulawesi Selatan. Sejak abad ke-15, Tallo diperkirakan telah aktif dalam pelayaran dan perdagangan Nusantara, bahkan lebih awal dibanding kerajaan Makassar lainnya. Namun, narasi sejarah Tallo selama ini kerap terpinggirkan dan bercampur dengan wilayah lain.
Peran Tallo dalam sejarah kemaritiman Makassar dinilai sangat signifikan, terutama dalam jejaring hubungan dengan Semenanjung Melayu, Jawa, NTB, NTT, hingga Pantai Utara Australia. Jejak identitas maritim Tallo masih terlihat melalui sejumlah situs kuno, seperti Pelabuhan Kalukubodoa, permukiman dan pasar tua Tallo, Masjid Awaluddin peninggalan Datuk Ribandang tahun 1607, benteng dan bastion Tallo, Batu Palantikan Raja-raja Tallo, kompleks makam raja-raja, hingga toponim Campagayya sebagai lokasi istana.
Pengumpulan data dilakukan melalui survei toponim kuno, kajian manuskrip, arsip kolonial, tradisi lisan, serta tinggalan arkeologis. Hasil penelitian diharapkan mampu mengungkap jejaring maritim Tallo dalam konteks Nusantara sekaligus memperkuat pemahaman publik atas eksistensi sejarahnya. Penelitian ini menjadi bagian dari kebijakan riset tematik Unhas yang mendorong kolaborasi lintas institusi. (*)